Penyakit Akibat Konsumsi Garam Berlebihan Juga Didapat Perokok Berat – Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta – Studi dari US National Library of Medicine menemukan sebuah fakta bahwa indera pengecap mengalami penurunan fungsi akibat paparan asap rokok yang terlalu tinggi.

Hal ini mengakibatkan para perokok berat jadi mengonsumsi garam terlalu banyak, sehingga berisiko mengidap sejumlah penyakit dari kebiasaan tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam dan profesor di di University of Calgary, Kanada, Norm Campbell menjelaskan bahwa salah satu risiko dari ketergantungan nikotin, membuat lidah perokok semakin tidak peka terhadap rasa. Sulit bagi mereka untuk memastikan makanan yang akan disantap cukup asin atau manis.

Saat ini, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menargetkan beberapa negara untuk mengurangi asupan natrium sebesar 30 persen pada 2025. Pemerintah dan industri makanan pun diminta untuk bekerja sama guna mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan asin, termasuk makanan yang diproses. 

Sebab, konsumsi garam berlebihan telah mengakibatkan tiga juga kematian secara global pada 2017. Oleh sebab itu, perlu tindakan nyata untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap bahaya ini. 

“Banyak orang tidak sadar bahwa takaran garam yang mereka konsumsi dapat meningkatkan tekanan darah dan memperpendek usia hidup. Mencantumkan label imbauan di kemasan garam adalah cara lain untuk mempermudah dalam membuat pilihan sehat,” kata rekan Norm, Dr Tom Frieden.

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.