Waduh, di Makassar Ada 772 Orang Penderita HIV/AIDS – 2019 – SURABAYAINSIDE.COM

Data tersebut terungkap di acara Technical Workshop on Fast Track Strategy to End AIDS Epidemic and ASEAN Getting to Zero Mayors Meeting, di hotel Westin Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat, (11/10).

Melihat angka-angka itu, Pj. Wali Kota Iqbal Suhaeb merasa perlu mengambil tindakan nyata untuk memerangi kasus HIV/AIDS di Makassar.

Salah satu kebijakan Strategic Use for ARV Ttreatment (SUFA) yang dimulai di tahun 2013 di delapan kota di Indonesia. Makassar termasuk kota yang menganjurkan pemeriksaan HIV bagi ibu hamil yang melakukan Ante Natal Care di beberapa Puskesmas.

“Pada saat ini, meskipun layanan program HIV telah semakin diperluas ke kabupaten, namun masih banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang lebih memilih berobat atau melanjutkan pengobatan di Kota Makassar,” kata Iqbal Suhaeb.

Hal tersebut disebabkan sarana dan prasana serta SDM telah terlatih dalam penanganan HIV, dan juga karena adanya kecenderungan bagi ODHA untuk berobat justru bukan di wilayah domisili pasien tersebut. (ani)

Oleh: Andi Amriani

Surabayainside.com, MAKASSAR — Penemuan kasus baru HIV di masyarakat dilakukan melalui skrining HIV pada kelompok berisiko, sesuai dengan Permenkes tentang program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang telah diatur untuk dilakukan di semua provinsi, dan kabupaten, kota.

Makassar adalah yang tertinggi di Sulawesi Selatan dengan angka prevalensi 0,5 per 1.000 penduduk di tiap tahunnya.

Tahun 2016 temuan kasus baru HIV sejumlah 773 orang, tahun 2017 meningkat sebanyak 1.038 orang dan tahun 2018 sebanyak 772 orang.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.